CARIAN ANDA

Friday, May 27, 2011

Kerana Dia Manusia Biasa ...




Assalamualaikum. .Cik Kak nak kongsikan lagi bahan-bahan dari email lama. Semoga bermanfaat.. .... baik utk yang melamar ataupun yg dilamar, ataupun bagi yang sudah berumah tangga......

Renungan buat yang sedang mencari pasangan hidup ataupun yang sedang
mengemudi bahtera rumah tangga..
Mengapa? 
Kerana Dia Manusia Biasa ......

Kerana Dia Manusia Biasa ...
Setiap kali ada sahabat yang ingin menikah, saya selalu mengajukan
pertanyaan yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suami/isterimu?
Jawabannya ada bermacam-macam. Bermula dengan jawaban kerana Allah
hinggalah  jawaban duniawi.

Tapi ada satu jawaban yang sangat menyentuh di hati saya. Hingga saat
ini saya masih ingat setiap detail percakapannya. Jawaban dari salah seorang
teman yang baru saja menikah. Proses menuju pernikahannya sungguh ajaib.

Mereka hanya berkenalan 2 bulan. Kemudian membuat keputusan menikah.
Persiapan pernikahan mereka hanya dilakukan dalam waktu sebulan saja.
Kalau dia seorang akhwat, saya tidak hairan. Proses pernikahan seperti ini
selalu dilakukan. Dia bukanlah akhwat, sebagaimana saya. Satu hal yang pasti,
dia jenis wanita yang sangat berhati-hati dalam memilih suami.

Trauma dikhianati lelaki membuat dirinya sukar untuk membuka hati.
Ketika dia memberitahu akan menikah, saya tidak menganggapnya serius. Mereka
berdua baru kenal sebulan. Tapi saya berdoa, semoga ucapannya menjadi
kenyataan.

Saya tidak ingin melihatnya menangis lagi.
Sebulan kemudian dia menemui saya. Dia menyebutkan tarikh pernikahannya.
Serta meminta saya untuk memohon cuti, agar dapat menemaninya semasa
majlis pernikahan. Begitu banyak pertanyaan dikepala saya. Sebenarnya... ..!!!

Saya ingin tau, kenapa dia begitu mudah menerima lelaki itu. Ada apakah
gerangan? Tentu suatu hal yang istimewa. Hingga dia boleh memutuskan
untukbernikah secepat ini. Tapi sayang, saya sedang sibuk ketika itu
(benar-benarsibuk).

Saya tidak dapat membantunya mempersiapkan keperluan pernikahan.
Beberapa kali dia menelefon saya untuk meminta pendapat tentang beberapa perkara.
Beberapa kali saya telefon dia untuk menanyakan perkembangan persiapan
pernikahannya. That's all......Kami tenggelam dalam kesibukan
masing-masing.

Saya menggambil cuti 2 hari sebelum pernikahannya. Selama cuti itu saya
memutuskan untuk menginap dirumahnya. Pukul 11 malam sehari sebelum pernikahannya, baru kami dapat berbual-hanya berdua. Hiruk pikuk persiapan akad nikah besok pagi, sungguh membelenggu
kami. Pada awalnya kami ingin  berbual tentang banyak hal.
Akhirnya, dapat juga kami berbual berdua. Ada banyak hal yang ingin saya
tanyakan. Dia juga ingin bercerita banyak perkara kepada saya. Beberapa
kali. Mamanya mengetok pintu, meminta kami tidur.

"Aku tak boleh tidur." Dia memandang saya dengan wajah bersahaja. Saya faham
keadaanya ketika ini.

"Matikan saja lampunya, biar disangka kita dah tidur."

"Ya.. ya." Dia mematikan lampu neon bilik dan menggantinya dengan lampu
yang
samar. Kami meneruskan perbualan secara berbisik-bisik.
Suatu hal yang sudah lama sekali tidak kami lakukan. Kami berbual banyak
perkara, tentang masa lalu dan impian-impian kami. Wajah keriangannya
nampak jelas dalam kesamaran. Memunculkan aura cinta yang menerangi bilik
ketika itu. Hingga akhirnya terlontar juga sebuah pertanyaan yang selama ini saya pendamkan.

"Kenapa kamu memilih dia?" Dia tersenyum simpul lalu bangkit dari
baringnya
sambil meraih HP dibawah bantalku. Perlahan dia membuka laci meja
hiasnya.
Dengan bantuan lampu LCD HP dia mengais lembaran kertas didalamnya.

Perlahan dia menutup laci kembali lalu menyerahkan sekeping envelop
kepada saya. Saya menerima HP dari tangannya. Envelop putih panjang dengan cop
surat syarikat tempat calon suaminya bekerja. Apa ni. Saya melihatnya
tanpa mengerti. Eeh..., dia malah ketawa geli hati.

"Buka aja." Sebuah kertas saya tarik keluar. Kertas putih bersaiz A4,
sayamelihat warnanya putih. Hehehehehehe. .......

"Teruknya dia ni." Saya menggeleng-gelengka n kepala sambil menahan
senyum. Sementara dia cuma ketawa melihat ekspresi saya. Saya mula
membacanya.Saya membaca satu kalimat diatas, dibarisan paling atas.  Dan sampai saat
inipunsaya masih hafal dengan kata-katanya. Begini isi surat itu........



********* ********* ********* ********* ********* ********* *********

Kepada Yth ........

Calon isteri saya, calon ibu anak-anak saya, calon menantu Ibu saya dan
calon kakak buat adik-adik saya

Assalamu'alaikum Wr Wb

Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat ini
hingga akhir. Baru kemudian silakan dibuang atau dibakar, tapi saya
mohon,
bacalah dulu sampai selesai.

Saya, yang bernama ............ ... menginginkan anda ............ ...
untuk menjadi isteri saya. Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa.
Buat masa ini saya mempunyai pekerjaan.

Tetapi saya tidak tahu apakah kemudiannya saya akan tetap bekerja. Tapi
yang pasti saya akan berusaha  mendapatkan rezeki untuk mencukupi keperluan
isteri dan anak-anakku kelak.

Saya memang masih menyewa rumah. Dan saya tidak tahu apakah kemudiannya
akan terus menyewa selamannya. Yang pasti, saya akan tetap berusaha agar
isteri dan anak-anak saya tidak kepanasan dan tidak kehujanan.

Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan beberapa
kelebihan. Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya. Untuk menutupi
kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya. Saya hanya manusia
biasa. Cinta saya juga biasa saja.

Oleh kerana itu. Saya menginginkan anda supaya membantu saya memupuk dan
merawat cinta ini, agar menjadi luar biasa.
Saya tidak tahu apakah kita nanti dapat bersama-sama sampai mati. Kerana
saya tidak tahu suratan jodoh saya. Yang pasti saya akan berusaha sekuat
tenaga menjadi suami dan ayah yang baik.

Kenapa saya memilih anda? Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya
memilih anda. Saya sudah sholat istiqarah berkali-kali, dan saya semakin
mantap memilih anda.

Yang saya tahu, Saya memilih anda kerana Allah. Dan yang pasti, saya
menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah. Saya tidak
beranimenjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkin menjadi lebih
baik dari sekarang ini.

Saya memohon anda sholat istiqarah dulu sebelum memberi jawaban pada
saya. Saya beri masa minima 1 minggu, maksima 1 bulan. Semoga Allah ridho
dengan jalan yang kita tempuh ini. Amin

Wassalamu'alaikum Wr Wb

************ ********* ********* ********* ********* ********* *********

Saya memandang surat itu lama. Berkali-kali saya membacanya. Baru kali
ini saya membaca surat 'lamaran' yang begitu indah.

Sederhana, jujur dan realistik. Tanpa janji-janji yang melambung dan
kata yang berbunga-bunga. Surat cinta biasa.
Saya menatap sahabat disamping saya. Dia menatap saya dengan senyum
tertahan.

"Kenapa kamu memilih dia......?"

"Kerana dia manusia biasa........ " Dia menjawab mantap. "Dia sedar
bahawa dia manusia biasa. Dia masih punya Allah yang mengatur hidupnya.
Yang aku tahu dia akan selalu berusaha tapi dia tidak menjanjikan
apa-apa. Soalnya dia tidak tahu, apa yang akan terjadi pada kami kemudian hari.
Entah kenapa, justru itu  memberikan kesenangan tersendiri buat aku.."

"Maksudnya?"

"Dunia ini fana. Apa yang kita punya hari ini belum tentu besok masih
ada.betuI tak? Paling tidak.... Aku tau bahawa dia tidak akan frust kalau
suatu masa nanti kami jadi miskin.

"Ssttt...... ." Saya menutup mulutnya. Khuatir kalu ada yang tau kami
belum tidur. Terdiam kami memasang telinga.

Sunyi. Suara jengkering terdengar nyaring diluar tembok. Kami saling
berpandangan lalu gelak sambil menutup mulut masing-masing.

"Udah tidur. Besok kamu mengantuk, aku pula yang dimarahi Mama." Kami
kembali berbaring. Tapi mata ini tidak boleh pejam. Percakapan kami tadi
masih terngiang terus ditelinga saya.

"Gik.....?"

"Tidur...... Dah malam." Saya menjawab tanpa menoleh padanya. Saya ingin
dia tidur, agar dia kelihatan cantik besok pagi. Rasa mengantuk saya telah
hilang, rasanya tidak akan tidur semalaman ini.

Satu lagi pelajaran dari pernikahan saya peroleh hari itu. Ketika manusia
sedar dengan kemanusiannya. Sedar bahawa ada hal lain yang mengatur
segala kehidupannya. Begitu juga dengan sebuah pernikahan. Suratan jodoh sudah
terpahat sejak ruh ditiupkan dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang
tahu bagaimana dan berapa lama pernikahannya kelak.

Lalu menjadikan proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban tetapi
sebuah 'proses usaha'. Betapa indah bila proses menuju pernikahan
mengabaikan harta, tahta dan 'nama'.

Status diri yang selama ini melekat dan dibanggakan (aku anak orang
ini/itu), ditanggalkan.
Ketika segala yang 'melekat' pada diri bukanlah dijadikan pertimbangan
yang utama. Pernikahan hanya dilandasi kerana Allah semata. Diniatkan untuk
ibadah. Menyerahkan segalanya pada Allah yang membuat senarionya.

Maka semua menjadi indah.
Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap HambaNYA. Hanya Allah
yang
mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang mampu menyegerakan sebuah
pernikahan.

Kita hanya boleh memohon keridhoan Allah. MemintaNYA mengurniakan
barokah dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah jua yang akan menjaga ketenangan
dan kemantapan untuk menikah.
Jadi, bagaimana dengan cinta?

Ibu saya pernah berkata, Cinta itu proses. Proses dari ada, menjadi
hadir, lalu tumbuh, kemudian merawatnya.

Agar cinta itu dapat bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam
pernikahan yang suci. Cinta tumbuh kerana suami/isteri (belahan jiwa).

Cinta paling halal dan suci. Cinta dua manusia biasa, yang berusaha
menggabungkannya agar menjadi cinta yang luar biasa. Amin.

Wallahu 'alam....
Dah abis baca,  suka  tak ??? sila komen tau..

Thursday, May 26, 2011

Mengapa Hawa Diciptakan Saat Adam Tertidur??

Seorang laki-laki jika dia kesakitan, maka dia akan membenci. Sebaliknya wanita, saat dia kesakitan, maka semakin bertambah sayang dan cintanya,, Seandainya Hawa diciptakan dari Adam As saat Adam terjaga, pastilah Adam akan merasakan sakit ...keluarnya Hawa dari sulbinya, hingga dia membenci... Hawa. 
 
Akan tetapi Hawa diciptakan dari Adam saat dia tertidur, agar Adam tidak merasakan sakit dan tidak membenci Hawa. Sementara seorang wanita akan melahirkan dalam keadaan terjaga, melihat kematian dihadapannya, namun semakin sayang dan cinta nya kepada anak yang dilahirkan bahkan ia akan menebus nya dengan kehidupannya. 
 
Sesungguhnya Allah menciptakan Hawa dari tulang rusuk yang bengkok yang tugasnya adalah melindungi Qalbu(jantung, hati nurani). Oleh karena itu, tugas Hawa adalah menjaga qalbu. Kemudian Allah menjadikan nya bengkok untuk melindungi qalbu dari sisi yang kedua. Sementara Adam diciptakan dari tanah, dia akan menjadi petani, tukang batu, tukang besi, dan tukang kayu. 
 
Wanita selalu berinteraksi dengan perasaaan, dengan hati, dan wanita akan menjadi seorang ibu yang penuh kasih sayang, seorang saudari yang penyayang, seorang putri yang manja, dan seorang istri yang penurut. Dan wajib bagi Adam untuk tidak berusaha meluruskan tulang yang bengkok tersebut, seperti yang dikabarkan oleh Nabi Muhammad SAW, “jika seorang lelaki meluruskan yang bengkok tersebut dengan serta merta, maka dia akan mematahkannya.” 
 
Maksud nya adalah dengan kebengkokan tersebut adalah perasaan yang ada pada diri seorang wanita yang mengalahkan perasaan seorang laki-laki. Maka wahai Adam janganlah merendahkan perasaan Hawa, dia memang diciptakan seperti itu. Apabila seseorang wanita mengatakan dia sedang bersedih, tetapi dia tidak menitikkan airmata, itu berarti dia sedang menangis di dalam hatinya. 
 
Apabila dia tidak menghiraukan kamu setelah kamu menyakiti hatinya, lebih baik beri dia waktu untuk menenangkan hatinya sebelum kamu meminta maaf. Dan wanita sulit untuk mencari sesuatu yang dia benci untuk orang yang paling dia sayang......

AWAK SUKA SAYA TAK????

AWAK SUKA SAYA TAK?
Assalamualaikum SEMUA...
Awwak suka saya tak.....
Tak suka???? 
Ala suka la...suka la ...suka la....
Kita suka kat awak nih...
Takper2... kalau tak suka, kita nak bawak awak lari ....
Tapi dalam mimpi jer la...
Buleh la yer...Ala buleh la la la....
Awak suka saya tak???
Hahahhahahahaha.....
Sesuka hati jer....

Cik Kak dedahkan kenapa Cik Kak meroyan kat Dennis Oh nih...
Sebabnya adalah ketagihan membaca Novel melampau adalah sejenis sindrom penyakit ketagihan baca Novel bersiri Awak Suka Saya Tak yang bersambung-sambung hasil nukilan Melur Jelita. Skang ni NOvel ni dah sampai part 62.
Kalau korang nak tahu kene baca dari part 1. Baru trill gitu...
Dalam Novel beliau Dennis Oh adalah gambaran watak  Hilman. Jadi akibat membaca Novel ni Cik Kak dah tersampuk. HUUUuuhuhuhu jangan marah hah kak melur i gurau-gurau manja jer.... Pada sesapa yang belum baca novel ni bacalah yer... ada banyak pengajaran dalam nih...Tak caya cuba la baca sendiri. 1 je Cik Kak nak ingatkan pasni kalau dah tersampuk macam Cik Kak hah jangan salahkan Cik kak plak yer heheheheh....
cau cin cau....

Wednesday, May 25, 2011

Awas...gejala demam denggi bawa maut



Kisah ni Cik Kak terima dari email seorang teman lama dah lama tersimpan dalam inbox Cik kak. Ianya merupakan kisah benar yang sangat menyayat hati .Kepada pembaca semua  jadikanlah panduan utk bersama membanteras gejala demam denggi yg semakin meningkat jangan ambil mudah...  dikawasan Klang saje telah ada 7 kes demam denggi dan melibatkan satu kematian baru2 ni ... ambillah langkah berjaga2  dgn membersihkan kawasan persekitaran rumah / taman.
....................................................................................................................................................................
ANIS SABRINA DALAM KENANGAN  (21 march 2002 - 24 November 2002)
Anak kami Anis Sabrina, 8 bulan telah kembali ke rahmatullah pada 24 November 2002  pukul 6.30 pm di Katil No. 5, Unit Rawatan Rapi (PICU), Institut Pediatrik, HKL.  Anis Sabrina meninggal disebabkan serangan "Dengue Shock Syndrome", ataupun denggi berdarah Grade IV, yang telah merosakkan keseluruhan organ di dalam badannya.  Tetapi virus yang menyerang Anis ini baru ditemui dan pakar-pakar perubatan tidak mengetahui punca sebenar virus ini samada disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes ataupun virus lain, melainkan secara kasarnya ianya hanyalah demam denggi yang dibawa oleh nyamuk Aedes.

Tujuan saya menceritakan pengalaman benar ini adalah untuk peringatan kita semua dan juga ibubapa akan bahayanya Demam Denggi terutama terhadap kanak-kanak dan bayi, kerana sehingga ke hari ini belum ditemui lagi vaksin untuk merawat penyakit denggi. Ikutilah pengalaman Anis Sabrina diserang denggi dan sehingga menghembuskan nafas terakhirnya dalam keadaan yang teramat sakit, menderita dan pilu....dan menyayat hati

Peringkat demam denggi adalah dalam lingkungan 10 hari.  4 hari pertama merupakan demam panas yang berpanjangan, masuk hari ke 5, demam panas akan hilang.  Kebanyakan kita beranggapan, bila panas dah hilang, demam dah baik, sedangkan hakikatnya bagi demam denggi, hari ke 5 hingga ke 10 merupakan hari virus denggi mula membiak.  Sekiranya seseorang dapat bertahan hingga hari ke 10 tanpa menghadapi komplikasi lain insyaAllah akan selamat, tetapi jika sebaliknya, memang akan menjadi korban.  Dan anak saya terkorban pada hari ke 11 demamnya. Walaupun melepasi tahap hari kritital 10 hari, namun virus telah menyerang keseluruhan organ dalamannya sehingga gagal berfungsi, menyebabkan Anis Sabrina tidak dapat diselamatkan dan saya terpaksa merelakan pemergiannya......

Khamis (14 November 2002)...Jam 4.30 pagi (Hari pertama demam)

Seperti kebiasaanya Anis akan terbangun bila saya bangun untuk bersahur.  Dan pagi itu Anis macam biasa, ceria dan bermain-main.sehingga saya selesai bersahur..kemudian selepas subuh Anis tertidur semula. Saya seperti biasa bersiap untuk ke tempat kerja..dan ketika mahu mengangkat Anis keluar dari bilik lebih  kurang pukul 7.45 pagi, saya dapati badan Anis sedikit panas.  Saya telah berpesan kepada Pembantu rumah untuk memberikan Anis ubat demam.  Di pejabat hati saya resah.  Saya seperti menjangkakan yang anis mungkin diserang denggi kerana di kawasan ini banyak kes denggi.  Petang saya kembali dari bekerja.  Keadaan Anis masih panas. Saya terus membawa Anis ke Klinik untuk mendapatkan rawatan.doktor mengatakan hanya demam biasa. dan mengingatkan jika demam tidak baik sehingga hari Ahad , kembali semula ke Klinik untuk membuat ujian darah.  Keadaan Anis tidak berubah.sekejap panas, sekejap hilang.  Walaubagaimana pun Anis masih mahu minum susu dan makan dan masih mahu bermain-main dengan abang dan kakaknya.

  Jumaat (15 November 2002  - Hari ke 2 demam)

  Keadaan Anis masih tidak berubah. Sementara saya pula mengalami demam. Oleh kerana kurang sihat dan rasa tidak sedap hati, saya tidak ke pejabat disebabkan keadaan Anis dan diri saya yang demam. Tapi Alhamdulillah, menjelang petang, demam saya beransur hilang. Hanya Anis yang masih demam walaupun tidak sepanas semalam.  Dan petang itu seluruh ahli keluarga suami saya mengadakan majlis berbuka puasa dan kesyukuran,  kerana ibu mertua saya baru sembuh dari demam denggi.  Tapi hati saya tetap risau mengenangkan keadaan Anis. Masa Anis banyak dihabiskan dengan tidur dan sekali-sekala mahu bermain-main. Keadaannya seperti tidak selesa..kerana dia lebih suka berbaring di dalam buaian walaupun sebenarnya dia tidak tidur dan menangis apabila diangkat.

  Sabtu (16 November 2002  -  Hari ke 3 demam)

Badan Anis sedikit sejuk hari ini.  Saya bersyukur, mungkin demam Anis dah sembuh. Saya tinggalkan dia dirumah dan pergi membeli barangan keperluan rumah.  Tengahari Anis banyak tidur..dan mula kurang makan. Saya buatkan bubur nasi dan sup..dia makan dalam 3 -4  sudu .lepas tu tidur. Waktu ini Anis masih demam tetapi tidaklah sepanas semalam.  Saya berdoa semoga demam Anis akan hilang dan sembuh seperti sediakala.

  Ahad ( 17 November 2002 -  Hari ke 4 demam)

  Menjelang Subuh, suhu badan Anis naik lagi.  Selepas Subuh saya bawa Anis ke klinik sekali lagi. Setibanya di Klinik, doctor mencadangkan Anis dibawa ke HKL, kerana kalau ujian darah dibuat di Klinik, akan mengambil masa yang agak lama untuk tahu keputusannya.  Lagipun hari Ahad, makmal ujian tutup. Saya pun terus membawa Anis ke HKL, Unit Kecemasan. Keadaannya agak sedikit lemah tapi masih lagi boleh menyusu dan tertawa.

Selepas membuat pemeriksaan,(pukul 9.45 a.m) doctor menahan Anis di Wad, kerana disyakki menghidap denggi. Anis ditempatkan di Wad KK2, Bilik No. 1. Hati saya mula tidak tenteram melihatkan terlalu ramai kanak-kanak di wad itu yang diserang denggi. Setibanya di Wad, doctor telah mengambil sample darah Anis untuk membuat ujian. Oleh kerana Anis masih terlalu kecil,  amat sukar untuk memasukkan jarum ke badannya untuk mengambil darah. Sehingga 5 - 6 kali mencuba baru berjaya. Kesian Anis, lebam-lebam tangannya.  Pukul  2.00pm, ujian darah diketahui, dan dari ujian berkenaan darah Anis tidak ada virus denggi. Saya bersyukur.tetapi Anis diletakkan dalam pemerhatian kerana  tanda-tanda denggi ada padanya..seperti tidak lalu makan dan lemah badan.  Walaupun begitu, hati saya masih risau dan kuat mengatakan yang Anis dijangkiti denggi.

Setiap 6 jam darah Anis diuji dan setiap kali itu saya menyaksikan Anis akan menangis kesakitan.Kesian Anis. Malam tu Anis asyik tidur dan langsung tidak mahu makan dan minum. Dia bergantung sepenuhnya pada drip air yang dimasukkan ke dalam badannya. Kencing Anis juga semakin berkurangan. Menjelang tengah malam doctor memberitahu yang memang confirm Anis telah diserang denggi , berdasarkan ujian darah yang di buat petang tadi. Walaubagaimana pun masih diperingkat awal kerana bacaam ujian Platelette  menunjukkan bacaan 195(Normal antara 130 - 400), tetapi Anis diletakkan dalam pengawasan doctor , kerana tidak mahu melarat.

  Isnin (18 November 2002 - hari ke 5)

  Keadaan Anis lemah, tapi masih boleh membuka mata dan bermain-main bila diagah. Susu langsung tak mahu, yang mahu hanya menghisap puting.  Pukul 8.00 pagi darah Anis diambil lagi. Kali ini doctor menyuntik lubang jarum baru kerana darah Anis terpaksa duji setiap 4 jam sekali. Sebelah tangan Anis disuntik jarum untuk memasukkan drip air, dan sebelah lagi untuk mengambil darah. Tak sampai hati saya melihat keadan Anis ketika itu.

Pukul 9.00 Doktor PG Lim, Pakar Kanak-Kanak membuat pemeriksaan ke atas Anis dan doctor mendapati hati Anis sedikit bengkak.  Doktor mengarahkan supaya Anis di X-Ray untuk melihat keadaan paru-parunya.  Hati saya semakin bimbang, namun saya hanya mampu berdoa dan sambil berkata, yang Anis hanya demam biasa..semasa menunggu giliran untuk di X-Ray, jarum di tangan kanan Anis terbuka..menyebabkan darah keluar meleleh..sehingga membasahi baju saya dan Anis, dan di atas lantai. Oleh kerana banyak darah yang mengalir, Anis kelihatan agak lemah. Hati saya hanya Allah yang tahu.  Selepas di x-ray Anis lebih banyak menghabiskan masanya dengan tidur. Bila diangkat dia akan menangis. Didudukkan di atas katil, dia tak dapat bertahan.

Pukul 4.00 petang doctor membuat pemeriksaan sekali lagi.dan doctor mengatakan yang  paru-paru Anis dimasuki sedikit air dan dijangkiti sedikit kuman.  Hati Anis juga telah membengkak 4  cm. Doktor mengarah Anis dipindahkan Kebilik No. 7, untuk dibuat lebih kerap pemerhatian keatasnya. Pukul 4.30 pm Anis dipindah dan doctor lebih kerap mengambil darah. Anis hanya tidur, dan tidak menangis. Menjelang waktu berbuka, Anis langsung tidak mahu membuka mata, dan saya hanya meneguk segelas air untuk berbuka puasa, kerana tekak ini rasa telah tersumbat untuk menerima sebarang makanan. Selepas solat Maghrib, saya cuba menitiskan sedikit air ke mulut Anis menggunakan syringe ubat. Namun Anis meluahkan balik. 

Pada pukul 7.30 malam saya cuba untuk mendudukkan Anis, tapi alangkah terkejutnya, Anis tiba -tiba muntah darah yang berwarna kehitam-hitaman. Saya menjadi teramat panik. Saya menjerit memanggil jururawat dan doctor dan menelefon suami. Suami saya dalam perjalanan ke hospital.  Saya serasa hampir pitam melihatkan keadaan Anis.  Setibanya  suami dihospital, saya terus menyuruhnya memegang Anis, kerana saya tidak sangup melihat keadaannya.  Selepas tu Anis muntah lagi dengan meluahkan darah seperti tadi, malahan kali ini lebih banyak lagi sehingga membasahi baju dan juga cadar katil. Keadaannya semakin lemah. Tidak sampai 5 minit, Anis muntah darah lagi.  Doktor membuat keputusan untuk memindahkan Anis ke PHDW (Pediatrik High Dependency Wad) atau semi ICU.  Semasa dibawa Anis masih menangis lagi.dan setibanya di PHDW, Doktor telah memasukkan segala macam tiub di badan Anis. Ujian Plattelette juga didapati semakin menurun iaitu 55.  Doktor mencucuk lagi lengan kecil Anis untuk mencari salur darah yang baru, kerana yang sediada telah tersumbat.  Anis menangis dengan kuat, dan saya berlari keluar kerana tidak sampai hati melihat keadan Anis. Kalaulah saya tahu yang itulah mungkin kali terakhir saya boleh mendengar  tangisan Anis, mungkin saya akan tunggu Anis. Selesai semua tiub di masukkan ke tubuh Anis, Sel darah kuning (Platelette) dimasukkan ke dalam badan Anis, untuk membantu menambahkan sel darah kuning, bagi melawan virus tersebut, kerana hati Anis tidak berfungsi untuk menghasilkan sel-sel darah.

Pukul 12.00 malam doktor memberitahu keadaannya kritikal tapi agak stabil, dengan bacaan platelette hanya tinggal 29. Walaubagaimanapun menurut doctor mungkin keadaan Anis akan berubah jika badannya dapat menerima sel darah kuning yang dibekalkan, dan mungkin dapat dipindahkan ke wad biasa.

  Selasa (19 November 2002 - Hari ke 6)

  Pukul 6.00 pagi, saya melihat Anis tidur ambil menghisap putting. Memang sepanjang masa di hospital Anis tidak boleh berenggang dengan putingnya. Suami pulang ke rumah kerana menyangkakan Anis semakin baik. Tetapi alangkan terkejutnya saya apabila doctor memberitahu yang Anis terpaksa dipindahkan ke Unit Rawatan Rapi (ICU) kerana mengalami masalah pernafasan dan juga Platelette yang semakin menurun iaitu 16, disamping hati yang mula kurang berfungsi dan semakin membengkak sehingga 9cm. Tahap ini amat kritikal kerana ia akan menyebabkan pendarahan pada otak. Bantuan pernafasan yang diberikan tidak berkesan, kerana bila Anis terjaga dari tidur dia akan cuba mencabut semua wayar dan tiub dibadannya, jadi doctor mahu memasukkannya ke dalam ICU dan memberikan ubat tidur supaya dia tidak mengganggu segala macam alat yang dipasang ke dalam badannya. Saya menelefon suami, yang ketika itu baru sampai dirumah, dan dia bergegas semula ke Hospital.

Pukul 8.30 am., Anis dipindahkan ke Unit Rawatan Rapi (PICU) HKL. Saya hanya menghantarnya ke muka pintu, kerana doctor tidak membenarkan ibubapa berada di dalam semasa doctor membuat rawatan. Saya terdengar tangisan Anis(yang rupanya kali terakhir dapat didengar). Saya menanti di luar ICU dengan keadaan yang amat tertekan sekali. Kerana saya dapat tahu, pada pukul 7.00 am. Sebelum Anis dipindahkan ke ICU, seorang kanak-kanak berumur 9 tahun meninggal dunia kerana  masalah yang sama macam Anis, dan kebetulan Anis ditempatkan di katil yang sama dengannya. Namun sokongan ahli keluarga dan juga jururawat serta doctor telah menguatkan semangat saya untuk melalui saat-saat getir ini.  Hanya doa yang dapat saya lakukan untuk menolong Anis. Hampir 3.5 jam menunggu, doctor masih belum selesai menjalankan kerja-kerjanya. Kaum keluarga, sahabat-handai ramai mengerumuni ICU untuk melihat perkembangan Anis.

Pukul 1.00 tengahari, doktor keluar dari unit ICU dan menemui saya dan suami, untuk memberitahu perkembangan Anis. Doktor memberitahu yang Anis telah "ditidurkan" dengan ubat tidur, dan pernafasan Anis diambil alih sepenuhnya oleh mesin dan komputer. Kami dibenarkan melawat Anis. Hampir pengsan saya melihat keadan Anis. Dengan hanya memakai "diapers", tiub dan wayar berselirat ditubuhnya dan saluran pernafasan dimasukkan ke dalam mulutnya. Satu tiub lagi dipasangkan di hidungnya untuk mengeluarkan darah dari dalam badannya. Saya melihat paha di celah kelengkang Anis juga lebam-lebam kerana kesan cucukan jarum. Kerana kesukaran untuk mendapatkan urat darah Anis, darah terpaksa diambil dari celah paha Anis.  Doktor memberitahu kami yang Anis mengalami masalah saluran darah yang bocor, iaitu oleh kerana terlalu banyak air yang dimasukkan ke dalam badannya dan Anis tidak boleh kencing menyebabkan saluran darah yang ada tidak dapat menampung air yang ada di dalam badan Anis sehingga berlaku kebocoran, dan air itu telah memenuhi keseluruhan ruang perut, hati, paru-paru.  Ditambah lagi dengan keadaan buah pinggang Anis yang sudah tidak berfungsi menyebabkan dia tidak boleh kencing sehingga menyebabkan badan Anis mengembang seperti belon.  Walaubagaimana pun saya lihat Anis seperti tidur.  Mukanya bersih seolah-olah dia tak sakit.  Kesian Anis, dalam usia semudanya dia terpaksa berhadapan dengan kesakitan.

  Rabu (20 November 2002 - Hari Ke7 demam)

  Saya telah berkampung di HKL sejak hari pertama Anis dimasukkan ke sini. Pukul 8.30 pagi doctor menenui saya, dan membritahu keadaan Anis.  Anis dalam keadaan amat tenat.  Kerana kandungan air dalam badannya terlalu banyak. Anis tidak boleh kencing secara normal kerana buah pinggang Anis telah rosak. Di samping itu hati Anis semakin membengkak, dan paru-parunya dipenuhi air dan darah. Doktor juga menerangkan yang salur darah Anis telah bocor menyebabkan air telah meresap ke seluruh organ di dalam badannya. Ya Allah..tabahkanlah hati saya. Oleh kerana kedua-dua buah pinggang Anis telah rosak maka proses perkumuhan tidak dapat dilakukan secara semulajadi. Doktor mungkin akan menebuk perut Anis untuk mengeluarkan kandungan air dibadannya untuk mengelakkan keracunan. Apalagi yang saya boleh lakukan melainkan menyerahkan pada kebijaksanaan doctor dan berdoa kepada Allah.

Pukul 10.30 pagi Dr Selva, pakar Urologi (Buah Pinggang) memanggil saya dan suami. Doktor meminta keizinan dari kami untuk melakukan sedikit pembedahan dengan menebuk perut Anis. Doktor berkata tiada cara lain lagi. Melainkan cecair perkumuhan dalam badan Anis perlu dikeluarkan , sebelum rawatan  yang lain boleh dilakukan. Apa lagi yang boleh saya dan suami lakukan, melainkan menandatangani surat kebenaran. Proses mengeluarkan air dari badan ini sama seperti proses "Homodialysis" bagi pesakit buah pinggang. Cuma bezanya dia dipanggil Pectorial Dialysis (PD), dan ia hanya untuk mengeluarkan air kencing dan bukannya mencuci darah. Prosesnya adalah dengan memasukkan berliter-liter air ke badan Anis, membiarkannya selama 5 minit dan mengeluarkannya semula. Semasa proses mengeluarkan air ini, dia akan menyedut sama air kencing dari badan Anis.  Kemudaian air akan diasingkan, iaitu air yang dimasukkan tadi akan ditadah di dalam baldi, dan air kencing Anis yang disedut keluar akan di sukat untuk mengetahui berapa banyak yang berjaya disedut keluar. Badan Anis jua kelihatan semakin membengkak. Tentu anda semua dapat bayangkan, andainya terlalu banyak air yang dimasukkan ke dalam badan, tetapi tidak ada yang keluar tentu badan anak membengkak seperti belon. Itulah yang terjadi kepada Anis. Sementara itu darah merah dan kuning(platelette) telah berpaket-paket dimasukkan ke badan badan Anis , namun semuanya tiada tindak balas. Bacaan Platelette juga semakin turun naik. Tidak ada sebarang improvement pada diri Anis, malahan semakin teruk lagi.

  Khamis (21 November 2002   -  Hari ke 8)

  Keadaan Anis tidak berubah, dan amat kritikal. Doktor hanya meneruskan rawatan yang sama. Oleh kerana denggi tiada vaksin, rawatan hanya berdasarkan permehatian sahaja.   Pada ketika ini nyawa Anis memang bergantung sepenuhnya pada mesin. Jika bacaan mesin menunjukkann Anis kekurangan darah merah, doctor akan masukkan darah merah, kalau kekurangan platelette, doctor akan masukkan, kalau kurang air, tambah lagi, kalau kurang oksigen, tambah lagi bekalan oksigen. Begitulah keadaan Anis.  Sehingga anak saya yang dahulunya putih gebu, kini telah membengkak, dan sedikit kehitaman.

Sehingga pada suatu ketika berlaku pendarahan dari mulut, dan hidung Anis, darah bercampur lendir dan berbuih-buih. Saya teramat sebak. Sampai pada satu tahap badan Anis tidak dapat menampung darah yang dibekalkan padanya, pada masa ini berlaku pendarahan dari hidungnya. Doktor memberitahu, ini kerana bekalan darah telah overload sehingga ia membuak keluar. Tetapi bekalan darah tak dapat dihentikan, kerana hati Anis telah rosak dan tidak dapat berfungsi untuk menghasilkan sel-sel darah, Jadi Anis bergantung sepenuhnya pada bekalan darah.  Pemantauan ke atas Anis lebih rapi lagi dengan setiap 2 jam dibuat ujian darah dan bermacam-macam ujian lagi.  Badan Anis juga mula kuning kerana hatinya tidak berfungsi lagi.

Petang ini lebih kurang pukul 6.00 sedang saya duduk di hadapan ICU, saya telah menyaksikan 2 kematian. Mayat 2 orang sedang ditolak di hadapan mata saya. Dan saya tahu salah seorang dari mereka meninggal dunia kerana serangan denggi. Hati saya mula berdebar, adakah saat untuk Anis akan tiba jua. ini kerana sepanjang saya berkampung di HKL sehingga hari ini,  saya telah menyaksikan 3 kematian kanak-kanak kerana denggi. Saya hanya berdoa semoga akan selamat dan sembuh seperti sediakala, walaupun memang saya tahu saya akan pasti melalui saat seperti itu jua.

  Jumaat (22 November 2002  -  Hari ke 9)

  Keadaan Anis bertambah tenat.  Pukul 2.00 petang doctor memanggil saya dan suami untuk menerangkan keadaan Anis. Consultant Dr Hung , Paeditrician Dr PG Lim , Dr Zamani , Dr Siti Aishah dan Dr Ismail telah menerangkan yang keadaan Anis semakin tenat dan peluang untuknya sembuh adalah teramat nipis.

Ya Allah inilah dugaan yang paling hebat saya terima. Ini adalah kerana semua organ didalam badanya telah rosak dan tidak dapat berfungsi. Kedua-dua buah pinggangnya rosak, hatinya bengkak, paru-parunya berair dan berdarah serta dijangkiti kuman, tekanan darahnya rendah, pendarahan dalaman berlaku di di sana sini dan boleh dilihat secara luaran memalui hidung dan mulut, badannya semakin mengembang, kekuningan dan agak sedikit kehitaman. Saya bertanya kepada doktor, oleh kerana keadaannya yang sedemikian, adakah doktor akan meneruskan rawatan (pada saya penyiksaan) kepadanya, doctor berkata mengikut peraturan doctor tidak boleh menghentikan rawatan ke atas pesakit sehingga pesakit itu pergi dengan sendirinya. Keadaan saya amat tertekan sehingga saya langsung tidak menjamah sebarang makanan melainkan minum air selama berhari-hari, namun peliknya saya berasa kuat walaupun tidak mengambil sebarang makanan.

  Sabtu (23 November 2002  -- Hari ke 10)

  Sepatutnya hari ini Anis telah melepasi tahap kritikal demamnya. Tapi apakan daya oleh kerana berlaku terlalu banyak komplikasi dalam badannya, keadaan sebaliknya yang berlaku. Pada tahap ini masalah denggi tidak ada lagi, yang tinggal hanyalah komplikasi-komplikasi terhadap organ dalamannya. Pada hari ini doctor menemui saya lagi dan memberitahu yang Anis semakin tenat.dan peluangnya amat nipis. Sekarang ini tekanan darahnya terlalu rendah sehingga jantungnya terpaksa dibantu dengan 5 jenis ubat untuk menguatkannya. Sistem badan Anis juga terlalu lemah kerana darahnya kekurangan oksigen. Oksigen tidak boleh dibekalkan terlalu banyak kerana paru-paru Anis tidak dapat berfungsi dengan baik dan jika dibekalkan juga oksigen maka akan berlaku kemungkinan paru-paru Anis akan pecah. Untuk mengelakkan ini berlaku doctor membuat pemantauan yang rapi dengan membekalkan darah sedikit demi sedikit dan mengawal pendarahan dari berlaku.  Semasa sample darah diambil, warna darah dari badan Anis berwarna kehitaman akibat kekurangan oksigen.  Keadaan memang amat kritikal sekali.

Melihatkan keadaan Anis memang saya teramat sedih, dan hampir hilang akal. Tetapi setelah saya berfikir kembali, jika ini hanya merupakan suatu penyiksaan terhadap Anis, saya redha.saya merelakan dia pergi..tapi doctor kata jangan mudah nmeyerah kalah, selagi ada jalan akan dicuba untuk menyelamatkan Anis. Malam selepas solat maghrib, jururawat meminta saya tidak pergi kemana-mana kerana mungkin masa Anis hampir tiba. Saya cuba kuatkan hati dengan membaca surah yasin dan ayat-ayat alquran di telinga Anis disamping memberikan kata-kata semangat pada Anis. Walaupin Anis tidak sedar, tetapi naluri keibuan saya tahu yang Anis mendengar apa yang saya katakan padanya.  Saya habiskan banyak masa dengan Anis sepanjang hari ini sehingga tengah malam..saya tidak dibenarkan berada di dalam ICU , kerana ketika itu Unit ICU sibut dengan berita pemisahan kembar Siam Azami dan Azama. Oleh kerana itu keadan di ICU agak sibuk dan saya mengambil keputusan menunggu di luar sahaja.

  Ahad (24 November 2002 - Hari ke 11)

  Selepas subuh saya balik ke rumah sebentar untuk menukar pakaian dan mengambil 2 lagi anak saya.  Kemudian saya terus bergegas semula ke HKL. Sejak pagi ini, keadaan Anis teramat tenat dengan hidupnya bergantung sepenuhnya pada ubat yang menguatkan jantungnya. Saya meminta keizinan pada doctor untuk memberi peluang anak saya yang lain iaitu Zikry, 5 dan Zulaikha, 3 untuk melihat adik mereka buat kali yang terakhir. Ini kerana sejak seminggu yang lalu, Iky dan Ika tak dapat nak lihat adiknya, kerana kanak-kanak tidak dibenarkan masuk ke dalam ICU. Sebak melihatkan kedua anak saya melihat keadaan adik mereka,  kerana saya selalu berkata yang adiknya di hospital untuk baik, tetapi sebaliknya yang berlaku. Oleh kerana saya tahu hari ini mungkin hari terakhir Anis, saya tak mahu berganjak dari tepi katil Anis sambil mebacakan surah Yasin dan bercakap-cakap dengannya. Kulit Anis semakin kehitaman.

Pukul 2.00 petang saya semakin tidak sanggup melihat keadaan Anis, dan memohon jururawat menhentikan ubat-ubatan keatas Anis. Jururawat tidak berani membuat keputusan, kerana doctor tak ada. Tidak lama doctor datang dan saya merayu supaya dihentikan saja ubat ke dalam badanya kerana melihatkan keadaanya yang semakin membiru dan kehitaman.  Andainya sudah ditakdirkan sampai disini saja Anis dipinjamkan kepada saya,  saya redha dan relakan permegian Anis. Saya mahu Anis pergi dengan tenang. Doktor memanggil suami saya untuk mendapatkan pengesahan kebenaran.dan akhirnya satu demi satu ubat untuk penyambung hayat di badan Anis dihentikan. Doktor tidak membuangnya secara serentak kerana tidak mahu saya terkejut dengan pemergian Anis. Jadi doktor menghentikannya satu persatu melain ubat tidur. Dia bertanya kepada saya, samada saya mahu melihat dia pergi dalam sedar atau tidak.

Walaupun sebenarnya saya ingin melihat Anis membuka mata buat kali terakhir, tapi apabila doctor mengatakan jika ubat tidurnya dihentikan, dia mungkin akan tersedar tetapi akan menanggung kesakitan yang amat sangat tetapi tidak boleh melihat dan memberi respond apa yang diberikan, saya mengambil keputusan untuk tidak menghentikan ubat tidur padanya. Walaupun kesemua ubat telah ditanggalkan, tetapi dia tetap akan mengambil masa yang lama untuk Anis mengakhiri hayatnya, menurut doctor mungkin Anis akan nazak sekitar 2-3 jam lagi. Terus terang saya katakan saya tak sanggup lagi melihat Anis begitu.  Kalau boleh saya mahu dia cepat menghabiskan hayatnya. Bukannya saya mendoakan dia pergi, tapi melihatkan pada keadaannya, jikalau anda semua berada ditempat saya, pasti anda juga akan melakukan apa yang saya lakukan.

Mujur tidak lama selepas itu muncul Dr Abd. Halim.melihatkan pada keadaan Anis, dia lantas memanggil saya dan suami dekat di kepala Anis, dan meminta jururawat mengangkat Anis ke pangkuan saya untuk Anis menghabiskan hayatnya. Dan dengan perlahan-lahan Doktor mencabut satu persatu penyambung hayat Anis.  Saya peluk badan Anis,  saya bisikkan ayat-ayat suci kepadanya. Saya katakan padanya yang.mama dan ayah redha dengan pemergian Anis..pergilah sayang.mama dan ayah relakan Anis pergi.pergilah dengan tenang Anis..jangan takut.Anis pergi dulu..nanti Anis tunggu mama, ayah, Iky dan Ika di akhirat.  Mama relakan Anis pergi, pergilah sayang, jangan takut Anis, sekejap saja lagi akan selesai melalui semua penyiksaan yang menyakitkan ini. Anis akan tenang di sana.

ASYYHADU ALLA ILAHA ILALLAH WAASY HADU ANNA MUHAMMADUR RASULULLAH.berulang kali saya bisikkan kalimah shahadah ke telinga Anis, dan ia seolah mengikut kata-kata saya. Saya seakan tidak mahu melepaskan Anis. Serasa seolah seperti saya sedang memeluk Anis seperti selalu. Semua yang menyaksikan saat-saat nazak Anis mengalirkan air mata, apatah lagi saya dan suami, namun saya sedar mengalir airmata darah sekalipun tidak akan mengembalikan Anis Sabrina saya. 

Ketika monitor yang menunjukkan nyawa Anis hampir sampai keakhirnya, ayah saya iaitu datuk Anis baru tiba dari kampong. Dan sebaik saja datuknya mengucupnya, Anis Sabrina pun pergi dengan tenang menghadap ilahi.Saya masih tidak percaya yang Anis telah pergi.dan apabila saya melihat monitor ..barulah saya pasti yang anak saya ANIS SABRINA telah kembali kepadanya dengan keadaan yang menyayat hati.Anis mengakhiri hayatnya di pangkuan saya.Anis..Anis.Anis.selamat jalan sayang.masa Anis telah sampai.Dari Allah kita datang dan kepada Allah kita kembali..Saya masih memeluk Anis dengan erat, saya seolah tidak mahu melepaskan Anis, sehingga ditenangkan oleh doctor, jururawat dan keluarga, barulah akhirnya saya dengan berat hati meletakkan Anis semula di atas katil.

INNA LILLAHI WAINNA ILAIHIROJIUNNNNNN...Anak saya Anis Sabrina telah pergi meninggalkan saya buat selama-lamanya. Buat yang meyaksikan Anis menghembuskan nafasnya, pasti tidak dapat menahan sebak.Selamat Anis..tenanglah Anis disana. Saya tenung wajah Anis, saya rasakan seolah Anis senyum kepada saya, walaupun dalam keadaan wajah yang menyedihkan dengan bibir berdarah, darah keluar melalui hidung, kesan kehitaman, biru lebam, namun Anis tetap bersih dan cantik dimata saya.dia seolah berkata dan memohon supaya saya tidak bersedih dengan pemergiannya.Anis pergi dengan disaksikan ahli keluarga saya dan suami, datuknya, cik gee, cik som, cik lah, cik rin, cik mah, cik nor, cik yin, mak lang, mak ngah, pak ngah, cik wan, radzwan, ina, zek, hafiz, cik enal, cik shah, jururawat dan doctor yang ada disekeliling Anis.  Anis pergi menghadap ilahi tepat pukul 6.30 petang dalam hujan renyai-renyai.

Selamat Tinggal Anak Mama ANIS SABRINA. Mama sentiasa sayang dan mengingati Anis sehingga ke akhir hayat mama.dan semoga kita dipertemukan di sana.  ANIS SABRINA tetap kekal dalam ingatan mama, ayah, Iky, Ika dan semua saudara mara. Mungkin ketika itu Anis telah mendapat ketenangan dan tidak merasakan kesakitan seperti sebelumnya.  Ini dapat saya lihat dari keadaan wajah Anis yang cukup tenang, cantik dan teramat comel, berbeza sewaktu sedang tenat. Mungkin ini juga kerana saya telah merelakan dia pergi, kerana sebelum ini saya seperti tidak mahu kehilangannya, namun apabila difikirkan buat apa saya menyiksanya.dan saya bedoa semoga dipercepatkan masa untuk Anis bertemu penciptanya. Selamat tinggal anak mama..Mungkin selama ini Anis menunggu keizinan dan kerelaan dari saya ibunya untuk meninggalkan dunia ini. Pergilah Anis....

Jenazah Anis dibawa pulang kerumah lebih kurang pukul 9.30 malam. Malam itu merupakan malam terakhir Anis tidur di rumah di atas katil Anis. Mungkin kuasa Allah , walaupun sewaktu nazaknya badannya hampir semua kehitaman, sebaik sampai ke rumah dan dibaringkan di katilnya.lama kelamaan kulitnya kembali seperi biasa..malah saya lihat Anis seperti tidur dengan nyenyaknya. Saya sentiasa disisi Anis sepanjang malam. Semua yang datang melihat jenazah Anis mengatakan Anis cantik, tidur dan terlalu comel. Anak saya Iky dan Ika sukar untuk menerima kenyataan yang adiknya telah pergi. Sepanjang malam Iky di sisi adiknya dan terlena di sisi jenazah adiknya. Dan dia tak henti-henti merenung adiknya.sehingga tak bagi saya menutup wajah jenazahnya. Bertambah sedih bila dia bertanya ..berapa lama Anis nak mati.bila dia nak hidup balik.dan kenapa mama tak bawa adik ke Klinik untuk bagi adik hidup.

Sepanjang malam saya berjaga menemani Anis. Sesekali darah masih keluar melalui hidung dan mulut Anis, dan setiap kali itu saya akan membersihkannya menggunakan kapas, darah Anis tidak boleh membeku, kerana selnya telah rosak. Seluruh ahli keluarga juga berjaga. Saya seolah-olah takut untuk menanti wakti siang, kerana tidak sanggup rasanya  berpisah dengan Anis. Saya rasakan masa terlalu cepat berlalu..sehingga waktu sahur , saya tidak lalu menjamah sebarang makanan, kerana saya tahu masanya semakin hampir untuk Anis disemadikan. Kalaulah masa boleh berulang, sudah pasti saya mahu menghabiskan seluruh masa saya untuk Anis.  Tapi apakan daya.

  Isnin (25 November 2002)

  Selesai solat Subuh, saya mengangkat jenazah Anis ke pangkuan saya. Saya ingin memeluk Anis buat kali yang terakhir.  Semua yang menyaksikan peristiwa itu turut mengalirkan air mata.  Saya riba jenazah Anis, saya peluk Anis, saya cium Anis, baunya sungguh wangi, walaupun kesan terdapat darah masih mengalir, namun bau Anis tetap sedap dicium. Jenazah Anis masih di ribaan saya sehinggalah ramai tetamu datang, dan saya diminta untuk meletakkan kembali Anis ke atas katil. Beratnya rasa hati saya. Ya Allah tabahkanlah hati hamba mu ini...Anis.Anis.Anis..

Pukul 9.00 pagi jenazah Anis dimandikan. Saya, suami, ditemani ustazah telah memandikan Anis buat kali yang terakhir. Terasa badannya amat lembut, seolah-olah sedang tidur, dan berbau wangi. Kesian Anis, ada bahagian anggota badannya yang membengkak dan lebam-lebam. Sewaktu sedang dimandikan, badannya darah masih mengalir melalui hidung dan mulut. Ini kerana pembeku darah dalam badan Anis ridak ada. Jadi darah masih tetap mengalir. Sewaktu saya membersihkan mulut Anis , dan membuka mulut Anis , Ya Allah..darah cair kehitaman memenuhi mulut Anis..disaat itu saya melihat gigi Anis 2 batang yang baru mula tumbuh.Saya tabahkan hati untuk tidak mengalirkan air mata, kerana ustazah telah berpesan kepada saya, jangan menangis hingga mengalirkan air mata di atas jenazah. Ini adalah kali teakhir saya dapat memandikan Anis, selalunya memang diwaktu begini Anis akan bangun tidur dan memandikannya. Tapi hari ini adalah kali terakhir Anis akan mandi di rumah saya. Saya juga telah mengkafankan jenazah anak saya bersama suami dengan tunjuk ajar ustazah..Ya Allah saat untuk berpisah dengan Anis semakin hampir..saya yang tadinya agak tenang, akhirnya tidak dapat menahan sebak..melihat Anis dimasukkan ke dalam kenderaan menuju ke tempat persemadian..

Pukul 11.00 pagi setelah disembahyangkan, jenazah Anis selamat di semadikan di Tanah Perkuburan Islam Taman Kosas, Ampang. Saya turut mengiringi jenazah Anis ke perkuburan.  Suami saya merupakan orang yang  terakhir memegang Anis .kerana dia yang telah membaringkan Anis di liang lahad. Sebelum ini saya telah meminta supaya pusara Anis dipilih di sebelah depan, supaya senang untuk kami melawatnya.dan syukur pusara Anis terletak betul-betul di tepi pagar tanah perkuburan, dan kebetulan tanah perkuburan berhampiran dengan pasar yang selalu saya kunjungi. Insyaallah Anis, mama akan selalu mengunjungi pusara Anis. Semadilah ANIS SABRINA dengan tenang.  Mama, Ayah, Iky dan Ika akan selalu datang melawat Anis.  Mungkin disaat ini Anis sedang bahagia bertemu yang menciptanya. Anis Sabrina pergi dengan meninggalkan mama, ayah, Iky, Ika, kakak, dan seluruh ahli keluarga..semuanya merasakan kehilangan Anis.Selesai pengkebumian Anis , saya rasakan rumah saya kosong dengan pemergian Anis, dan disaat itu juga suami telah membuka katil Anis dan menyimpannya kerana tak sanggup melihat katil dan buaian Anis kosong tanpa penghuni. Saya seakan tidak selesa dan tidak sanggup untuk tinggal dirumah kerana dimana-mana saya ternampak Anis merangkak-rangkak mengejar saya bila saya lalu lalang, anis akan menerpa ke pintu bila saya pulang dari bekerja.dan segala-galanya tentang Anis sentiasa terbayang di depan mata saya. Anis oh Anis macamana mama nak lalui ini semua tanpa Anis..bukan saja mama tapi seluruh yang mengenali Anis.

Sedekahlah AL-FATIHAH...untuk Anis Sabrina.

  Begitulah kesudahannya serangan "Dengue Shock Syndrome" ke atas anak saya. Semuanya berlalu dengan terlalu pantas dan seperti bermimpi. Selama 11 hari Anis melalui saat-saat derita untuk menemui ilahi. 3 hari dirumah  , 1 hari di wad KK2 , 1 hari di PHDW dan 6 Hari di ICU..dan untuk seterusnya Anis akan tinggal di suatu tempat yang amat indah sekali.. Amin.. Terlalu cepat Anis pergi..baru semalam rasanya mama berjuang untuk melahirkan Anis ke dunia ini..dan mama tidak sempat untuk melihat kau membesar nak...Ayah teramat sedih sayang , sehingga untuk menyebut nama Anis pun tidak terkeluar...

  Hilanglah seorang permata hati saya yang menjadi korban kerana seekor NYAMUK AEDES. Untuk mengelakkan lebih ramai lagi kanak-kanak seperti Anis menjadi mangsa, saya dan suami telah memberi kebenaran kepada doctor untuk mengambil sedikit tisu hati, air tulang belakang dan darah Anis untuk dibuat  ujikaji. Ini kerana "Dengue Shock Syndrome " yang menyerang Anis adalah sejenis virus yang baru..tidak seperti virus denggi sebelum ini yang hanya menyerang sel darah seseorang. Tetapi "Dengue Shock Syndrome" yang dialami oleh Anis teleh menyerang keseluriuhan organ dalaman badan Anis dan menyebabkan pendarahan yang banyak. Menurut doctor mereka sedang membuat kajian mengenai virus ini. Oleh kerana itu doctor ingin mendaptkan sample dari tubuh Anis untuk mengkaji, virus apakah yang sebenarnya telah mengorbankan Anis.

Sebelum ini ada seorang pesakit yang berjaya dirawat dengan kaedah yang sama digunakan ke atas Anis. Dan anak itu selamat hidup sehingga kini setelah terlantar 14 hari di ICU. Doktor ingin mndapatkan sedikit tisu organ badannya untuk dibuat kajian apakah yang sebenarnya yang dapat menyelamatkan pesakit ini. Tetapi malangnya kedua ibubapanya enggan memberikan kerjasama dengan tidak memberikan kebenaran doctor berbuat demikian. Maka doctor tidak dapat mengesan apakah sebenarnya antibody yang telah menyelamatkan nyawa anaknya. Bagi saya kalaulah dengan mengambil sedikit sample dari tubuh Anis, doctor boleh manjalankan kajian dan seterusnya dapat mencari vaksin untuk merawat penyakit ini, saya merasa bangga sekurang kurang seorang anak saya terkorban tetapi ramai lagi kanak-kanak lain yang dapat diselamatkan.Wallahua'lam..

Peringatan buat Semua Ibubapa. Jika anak anda demam melebihi sehari bawalah terus ke hospital...Begitulah bahayanya penyakit denggi. Hanya kerana Seekor Nyamuk Aedes , anak saya terkorban. Nyamuk Aedes menyerang pada waktu pagi dan hampir senja. Berhati-hatilah. Aedes juga tidak membiak ditempat yang kotor, tetapi di tempat yang bersih.  Walaupun pengalaman ini pahit dan sukar untuk diterima..namun saya terpaksa meneruskan kehidupan ini kerana yang pergi tetap pergi..tapi saya masih ada 2 orang anak lagi yang perlu diberikan perhatian. Semoga pengalaman saya ini boleh dijadikan panduan pada anda semua.

Saya juga berterima kasih terutama kepada kakitangan Unit Rawatan Rapi (PICU) , Institut Pediatrik , Hospital Kuala Lumpur yang telah bertungkus lumus menyelamatkan nyawa anak saya , Wad KK2 dan PHDW. Mereka telah berusaha bersungguh-sungguh, namun Allah lebih menyayangi ANIS SABRINA. Dia telah dipinjamkan kepada saya selama 8 bulan sahaja. Saya puas kerana dapat menghabiskan masa dihujung-hujung hayatnya. Selamat Jalan anak mama.ANIS SABRINA....(yang bermakna "teman setia dan sabar).

Namun apa yang saya kesalkan..sehingga Anis menghembuskan nafasnya, tidak pernah pun pihak berkuasa menjalankan semburan (fogging) dikawasan ini. Jika adapun hanyalah di'main road' sahaja..walaupun memang diketahui kawasan ini memang telah banyak kes denggi.dan kempen mengenai penyakit denggi tidak dijalankan secara besar-besaran seperti penyakit lain , sedangkan penyakit ini mengambil masa yang teramat cepat untuk membunuh seseorang. Inilah yang saya kesalkan. Jika penyakit lain contohnya HIV atau kanser , sekurang-kurangnya ia mengambil masa yang lama ..tetapi denggi hanya dalam masa beberapa hari sahaja kita akan kehilangan orang tersayang..sedangkan kedua-dua penyakit ini.dibuat kempen secara besar-besaran.tak apalah ..mungkin kes seperti kes Anis ini kes terpinggir dan belum sampai ke tahap bahaya pada fikiran mereka. Kalau anda semua tidak percaya, pergilah ke Institut Paedetrik HKL, berapa ramai kanak-kanak yang diserang denggi.sehingga memenuhi semua katil disitu....

Akhir sekali berhati-hatilah...kita tak tahu dalam beribu ekor nyamuk yang mengigit kita , ada seekor yang membawa virus denggi..Aedes hanya membiak ditempat yang bersih.aedes tidak membiak ditempat yang kotor..jadi dimanakah tempat yang selamat untuk kita semua..mungkin tempat tinggal Anis sekarang ini  yang paling selamat....

7 dont's after a meal







 

*    Don't smoke- Experiment from experts proves that smoking a cigarette after meal is comparable to smoking 10 cigarettes (chances of cancer is higher).                                            
                       
*    Don't eat fruits immediately - Immediately eating fruits after meals will cause stomach to be bloated with air. Therefore take fruit 1-2 hr after meal or 1hr before meal.
        
*   Don't drink tea - Because tea leaves contain a high content of acid.
This substance will cause the Protein content in the food we consume to
be hardened thus difficult to digest.          

*    Don't loosen your belt - Loosening the belt after a meal will easily cause the intestine to be twisted & blocked.  
                                               
*    Don't bathe - Bathing will cause the increase of blood flow to the hands, legs & body thus the amount of blood around the stomach will therefore decrease.  This will weaken the digestive system in our stomach.              

*    Don't walk about - People always say that after a meal walk a hundred steps and you will live till 99. In actual fact this is not true. Walking will cause the digestive system to be unable to absorb the nutrition from the food we intake.                              

*    Don't sleep immediately - The food we intake will not be able to digest properly. Thus will lead to gastric & infection in our intestine.

TIPS JIMAT WANG







Hai kengkawan pe kabor hari ini?

Hah senyum simpul tuh mesti baru dapat gaji ler tuh kan....

Mak Cik PokCik Tengah kayo la ni iyer tak....
Huiii berbelanjalah berpada-pada yer,maklumlah skang ni
barang-barang semuanya mahal dah. Tak caya gi ler nengok kat kedai nu...


Ni Cik kak nak kongsi tips yang Cik Kak amalkan sejak zaman nak dara sunti lagi...


Jangan berbelanja menggunakan wang besar setiap kali  
membayar sesuatu. Sebaliknya gunakan wang kecil seperti RM 1 
atau RM 5 atau duit syiling. Menggunakan wang syiling dan wang 

yang kecil nilainya akan menyedarkan kite betapa pentingnya 
wang dan perlunya berhati-hati dalam berbelanja.

Sebab bila kite berbelanja menggunakan wang besar iaitu note 
RM50 ke atas, kite akan rasa kononnya kite ada banyak 
duit dan mulalah kita akan hilang pertimbangan ketika berbelanja

dan sudahnya terlebih belanja. Bajet lari oooo..
Kebanyakan orang yang menggunakan wang besar pada awal bulan 
untuk berbelanja akan mula menghargai wang apabila mereka terpaksa 
menggunakan wang kecil untuk berbelanja di hujung bulan. 

Kalau tak caya boleh ler try test sendiri...

Monday, May 23, 2011

SALE SALE SALE

Monkey Emoticons
aHAH...ADA SESAPa yang giler buku? Gile membaca? Bagus2....Ni antara gila yang mendatangkan faedah dan manfaat.... Jangan sampai gila khinzir dah lah ek.....

Hai orang-orang kampung semua.......Nak bagitau ni (kalau nak tau la)ada clearence sale.. Nak tau kat mana??
Ni hah dia... Sila lah pergi beramai-ramai menyerbu kekedai buku ini....Monkey Emoticons






Animated Emoticons
20-29 May 2011

Big Bookshop Moving Out Clearance Sale

Storewide 50%

Redeem RM10 Voucher
when you purchase RM150 and above

Everything Must Go!!!
Book Publishers
Random House
Harper Collins
Penguin
Scholastic
Family Circle
Australian Woman Weekly

Books Offered
Teenage
Self Improvement
Fiction
Adult
Children
General
Cookery
Hobbies
Business
DIY
Health Care

Time : 11am to 9pm

Location
Atria Shopping Complex
Damansara Jaya
Petaling Jaya

SEKAPUR SIRIH

Artikel berkaitan keagamaan,kesihatan, perkahwinan dan lain-lain di blog ini hanya kompilasi artikel yang dititip daripada akhbar, majalah dan internet. Blog ini memaparkan artikel yang ditulis sendiri dan artikel yang bukan ditulis oleh pemilik blog adalah koleksi peribadi, ada yang sefahaman atau sebaliknya dan bersandarkan kandungan Al-Quran. Pun begitu, janganlah membaca artikel-artikel di blog ini untuk menyangkal atau menyalahkannya, atau mempercayainya jua, tetapi bacalah menurut tujuan sebenar mereka ditulis, iaitu hanya untuk dipertimbangkan pembaca sahaja.
Tidak perlu menulis atau bertindak untuk mengecam, menghina atau mengkhianati kerana perbuatan serupa itu hanya memudaratkan diri anda sendiri.Firman Allah SWT, "Sesungguhnya Kami mengetahui bahawa ia menyedihkan kamu, apa yang mereka mengatakan; namun begitu, bukanlah kamu yang mereka mendustakan, tetapi orang-orang yang zalim, ia adalah ayat-ayat Allah yang mereka menyangkal." (6:33)Pemilik blog bukanlah seorang pakar agama, pakar kesihatan mahupun pakar perkahwinan, justeru itu, pemilik blog tidak dapat menjawab sebarang pertanyaan profesional berkaitan hal ehwal agama, kesihatan, psikologi perkahwinan atau kaunseling rumahtangga dan undang-undang secara mendalam. Pengunjung dinasihatkan supaya mendapatkan bantuan pakar dalam bidang berkaitan bagi masalah / kemusykilan yang dihadapi.Kami sekadar berkongsi ilmu.

Mengamalkan apa yang disiarkan di blog ini tanpa merujuk kepada dalil daripada Al-Quran dan Al-Hadis yang semakna atau hampir semakna dengannya, bukanlah tindakan yang bijak. Yang baik datangnya daripada Allah SWT, yang buruk adalah kelemahan pemilik blog sendiri.
Terima kasih kerana berlapang dada membaca cebisan ilmu yang tidak seberapa di blog ini. Ilmu yang baik dikongsi bersama.

Popular Posts